1. Agus Yudhoyono
Nama Lengkap : Agus Harimurti Yudhoyono
Tanggal Lahir : 10 Agustus 1978
Tempat Lahir : Bandung, Jawa Barat
Dinas/cabang : Lambang TNI AD.png TNI Angkatan Darat
Lama dinas : 2000–sekarang
Pangkat : Letko
Kesatuan : Infanteri, Kostrad
Penghargaan : Adhi Makayasa – Tri Sakti Wiratama 2000
Istri : Annisa Pohan
Anak : Almira Tunggadewi Yudhoyono
Relasi : Susilo Bambang Yudhoyono (Ayah), Kristiani Herawati (Ibu) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Saudara)
Biografi Agus Yudhoyono
Agus menikahi Annisa Larasati Pohan pada Juli 2005. Beberapa bulan setelah ia menikah, Agus meninggalkan istrinya untuk dapat bertugas sebagai pasukan PBB ke Afghanistan selama kurang lebih setahun. Dan Pada tanggal 17 Agustus 2008, tepat di Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-63, istrinya melahirkan seorang anak perempuan yang diberi nama Almira Tungga dewi Yudhoyono.
Agus berhasil menyelesaikan pendidikan SMA-nya pada tahun 1997 di Taruna Nusantara & Akademi Militer pada tahun 2000. Dan Agus kemudian mengambil gelar Master di bidang Strategic Studies di Institute of Defence and Strategic Studies, Nanyang Technological University (NTU), Singapura pada tahun 2006. Dan pada Mei 2010, ia berhasil meraih gelar Master of Public Administration pada John F. Kennedy School of Government, Harvard University, Massachusetts AS.
Dan tepat pada Maret 2012, Kapten Infanteri Agus Harimurti Yudhoyono, putra sulung dari mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, meraih 3 penghargaan, yaitu Distinguish International Honour Graduated, Medali The Order of Saint Maurice , & The Commandants List dari sekolah militer Angkatan Darat di Fort Benning, Georgia, Amerika Serikat (AS).
Pendidikan Agus Yudhoyono
Master of Public Administration, John Kennedy School of Goverment, Mei 2010
Master Strategic Studies di Institute of Defence and Strategic Studies Nanyang Technological University (NTU), Singapura 2006
Akademi Militer 2000
SMA Taruna Nusantara 1997
Karir Agus Yudhoyono
Wadan Yonif Mekanis 201/Jaya Yudha
Batalyon Infanteri (Yonif) Mekanis
Kepala Operasi Infanteri 17 Brigade Airbone Kostrad TNI AD
Penghargaan Agus Yudhoyono
Distinguish International Honour Graduated
Medali The Order of Saint Maurice
The Commandants List
2. Basuki Tjahaja Purnama
Alias : Ahok | Basuki Tjahaja | Basuki T Purnama
Profesi : Politisi
Agama : Kristen
Tempat Lahir : Manggar, Bangka Belitung
Tanggal Lahir : Rabu, 29 Juni 1966
Zodiac : Cancer
Hobby : Menulis
Warga Negara : Indonesia
Istri : Veronica, Veronica Tan
BIOGRAFI
Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab dengan nama Ahok adalah politikus asal Belitung. Dia menjadi pasangan Jokowi dalam Pemilu Gubernur DKI Jakarta 2012. Pada pemilu tahun 2012, Jokowi dan Ahok terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur Jakarta. Sebelumnya, dia menjabat sebagai Bupati Belitung Timur menggantikan Usman Saleh. Pada 14 November 2014, Ahok dilantik menjadi gubernur DKI Jakarta. Menggantikan Jokowi yang terpilih sebagai Presiden RI pada Pemilu 2014.
Ahok lahir di Belitung pada tanggal 29 Juni 1966. Dia adalah anak pertama dari pasangan Indra Tjahaja Purnama dan Buniarti Ningsing yang merupakan keturunan Tionghoa-Indonesia. Bersama dengan ketiga adiknya, Ahok menghabiskan masa kecilnya di Desa gantung, Belitung Timur, hingga tamat sekolah menengah pertama. Setelah itu, Ahok hijrah ke Jakarta untuk meneruskan pendidikannya.
Di Jakarta, Ahok menimba Ilmu di Universitas Trisakti dengan mengambil Jurusan Teknik Geologi di Fakultas Teknik Mineral. Setelah lulus dan mendapatkan gelar Insinyur Geologi, pada tahun 1989 Ahok kembali ke Belitung dan mendirikan CV Panda yang bergerak di bidang kontraktor pertambangan PT Timah.
Dua tahun kemudian, Ahok melanjutkan kuliah di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetiya Mulya. Setelah mendapatkan gelar MAgister Manajemen, dia kemudian bernaung di bawah PT Simaxindo Primadaya dengan menjabat sebagai staf direksi bidang analisa biaya dan keuangan proyek.
Dengan mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan pengalamannya bekerja, Ahok mendirikan PT Nurindra Ekapersada, yang merupakan awal perjalanan dari Gravel Pack Sand (GPS). Setelah berhenti bekerja untuk PT Simaxindo, Ahok mendirikan pabrik pengolahan asir kuarsa pertama di Belitung, yang berlokasi di Dusun Burung Mandi. Perusahaan tersebut dia dirikan dengan mengadopsi dan mengadaptasi teknologi Amerika Serikat dan Jerman. Bersama dengan berkembangnya pabrik tersebut, kawasan industri dan pelabuhan samudra berkembang. Kawasan tersebut sekarang dikenal dengan nama Kawasan Industri Air Kelik (KIAK).
Kemudian, pada tahun 2004, Ahok berhasil meyakinkan seorang investor Korea untuk membangun Tin Smelter atau peleburan bijih timah di KIAK.
Pada tahun itu juga, Ahok mulai bergabung dengan Partai Perhimpunan Indonesia Baru (Partai PIB), dan ditunjuk sebagai ketua DPC PIB Kabupaten Belitung. Pada Pemilu 2004, dia terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Belitung hingga tahun 2009.
Satu tahun kemudian, setelah mengantongi 37% lebih suara rakyat, Ahok menjabat sebagai Bupati Belitung Timur. Dalam pemerintahannya, Ahok membebaskan biaya kesehatan kepada seluruh warga tanpa kecuali. Namun, pada 22 Desember 2006, Ahok resmi mengundurkan diri dari pemerintahan dan menyerahkan jabatan tersebut kepada wakilnya, Khairul Effendi.
Pada tahun 2007, Ahok mencalonkan diri untuk menjadi Gubernur Bangka Belitung. Pada saat itu, dia mendapatkan dukungan penuh dari Abdurrahman Wahid. Namun, dia kalah dengan Eko Maulana Ali. Tahun ini juga, Ahok mendapatkan penghargaan sebagai Tokoh Anti Korupsi. program pelayanan kesehatan dan pendidikan gratis bagi Belitung Timur juga berhasil mengantarkan Ahok untuk meraih penghargaan tersebut.
Kemudian, pada tahun 2008, Ahok meluncurkan sebuah buku berjudul "Merubah Indonesia". Ahok adalah seorang ayah dari Nicholas, Natania, dan Daud Albeenner, dan seorang suami bagi seorang wanita asal Medan, Veronica.
Ahok bercita-cita membenahi sistem transportasi Jakarta, meneruskan proyek pencegahan banjir, reklamasi, dan memperbanyak jumlah busway khusus bagi orang cacat, anak-anak dan perempuan. Bahkan monorel serta kereta gratis yang menghubungkan Blok M sampai Monas juga akan diadakan.
Cita-cita tersebut agaknya akan terus dikejarnya. Pasalnya pada Pilkada 2017 nanti, Ahok kembali mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI. Setelah sebelumnya mencalonkan diri secara independen, akhirnya Ahok diusung oleh banyak partai. PDIP, Nasdem, Hanura, bahkan Golkar turut mendukung pencalonan Ahok yang kedua kalinya ini.
Last update: 1 Oktober 2016 - 01.04 PM
Riset dan Analisa Oleh Nastiti Primadyastuti - Ovan Zaihnudin
PENDIDIKAN
Program Pasca Sarjana Manajemen Keuangan di Sekolah Tinggi.
Manajemen Prasetiya Mulya Jakarta, 1994.
Sarjana Teknik Geologi di Universitas Trisakti Jakarta, 1990.
SMA III PSKD Jakarta, 1984.
SMP No. 1 Gantung, Belitung Timur, 1981.
SDN No. 3 Gantung, Belitung Timur, 1977.
KARIR
Anggota Komisi II DPR RI, 2009 - 2014.
Direktur Eksekutif Center for Democracy and Transparency (CDT.3.1).
Bupati Belitung Timur, 2005 - 2006.
Anggota DPRD Belitung Timur bidang Komisi Anggaran, 2005 - 2006.
Asisten Presiden Direktur bidang analisa biaya dan keuangan PT. Simaxindo Primadaya, Jakarta, 1994 - 1995.
Direktur PT. Nurindra Ekapersada, Belitung Timur, 1992 - 2005.
Wakil Gubernur DKI Jakarta (2012)
Organisasi:
Ketua Dewan Yayasan Sosial dan Agama di Jakarta.
PENGHARGAAN
Tokoh Anti Korupsi dari Gerakan Tiga Pilar Kemitraan (KADIN, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Masyarakat Transparansi Indonesia), 2007.
Salah satu dari 10 Tokoh yang Mengubah Indonesia, Majalah Tempo, 2006.
Gold Pin, Fordeka (Forum Demokrasi), 29 Oktober 2006.
SOCIAL MEDIA
3. Anies Baswedan
Namanya sudah tidak asing lagi di Indonesia dan sudah sangat terkenal sebagai praktisi pendidikan serta mantan menteri pendidikan era presiden Joko Widodo. Anies Baswedan lahir dengan dengan nama lengkap Anies Rasyid Baswedan. Ia dilahirkan pada tanggal 7 Mei 1969 di Kuningan, provinsi Jawa Barat. Saat ini ia merupakan Menteri Pendidikan Nasional.
Anis Baswedan merupakan anak pertama dari pasangan Drs. Rasyid Baswedan, S.U. yang berkerja sebagai Dosen Fakultas Ekonomi di Universitas Islam Indonesia dan Prof. Dr. Aliyah Rasyid, M.Pd. yang berkerja sebagai Guru besar dan Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Universitas Negeri Yogyakarta), Anies Baswedan merupakan cucu dari Abdurrachman Baswedan (AR Baswedan), beliau merupakan salah seorang pejuang pergerakan nasional dan pernah menjadi Menteri Penerangan pada masa awal kemerdekaan Indonesia.
Sejak kecil Anies Baswedan telah akrab dengan dunia organisasi dan kepemimpinan. Ketika usianya baru 12 tahun, Anies membentuk kelompok anak-anak muda (7-15 tahun) kampungnya yang diberi nama 'Kelabang' (Klub Anak Berkembang), Mereka mengadakan berbagai kegiatan olahraga dan kesenian. Anies Baswedan memulai pendidikan formalnya menjelang usia lima tahun. Ia masuk ke sekolah TK Mesjid Syuhada di Kota Baru, Yogyakarta. Kemudian, memasuki usia enam tahun Anies dimasukkan ke SD Laboratori Yogyakarta. Anies melanjutkan masa SMP-nya di SMP Negeri 5 Yogyakarta.
Anies melanjutkan masa SMA-nya di SMAN 2 Yogyakarta. Ketika SMA, Anies pernah menjadi ketua OSIS se-Indonesia ketika ia mengikuti pelatihan kepemimpinan di Jakarta pada September 1985. Ia menjadi ketua untuk 300 delegasi SMA-SMA se-Indonesia. Saat itu Anies baru berada di kelas satu.
Kuliah di UGM dan Menyelesaikan Pendidikan Doktor di Amerika Serikat
Anies Baswedan Muda
Anies menjalani masa SMA selama 4 tahun pada 1985-1989 karena terpilih sebagai peserta dalam program AFS. Anies mengikuti program pertukaran pelajar AFS Intercultural Programs, yang di Indonesia diselenggarakan oleh Bina Antarbudaya, selama satu tahun di Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat (1987-1988).
Ia kemudian melanjutkan kuliahnya di Universitas Gajah Mada di Fakultas Ekonomi. Semasa kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM) (1989-1995), Anies Baswedan aktif di gerakan mahasiswa seperti di HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) dan menjadi Ketua Umum Senat Mahasiswa UGM. Sewaktu menjadi mahasiswa UGM, dia mendapatkan beasiswa Japan Airlines Foundation untuk mengikuti kuliah musim panas bidang Asian Studies di Universitas Sophia di Tokyo, Jepang. Setelah lulus kuliah di UGM pada 1995, Anies bekerja di Pusat Antar Universitas Studi Ekonomi di UGM.
Kemudian, Anies mendapatkan beasiswa Fulbright untuk pendidikan Master Bidang International Security and Economic Policy di Universitas Maryland, College Park. Sewaktu kuliah, dia dianugerahi William P. Cole III Fellow di Maryland School of Public Policy, ICF Scholarship, dan ASEAN Student Award.
Pada 2005, Anies menjadi peserta Gerald Maryanov Fellow di Departemen Ilmu Politik di Universitas Northern Illinois sehingga dapat menyelesaikan disertasinya tentang "Otonomi Daerah dan Pola Demokrasi di Indonesia". Ketika berada di Amerika Serikat, Anies aktif di dunia akademik dengan menulis sejumlah artikel dan menjadi pembicara dalam berbagai konferensi. Ia banyak menulis artikel mengenai desentralisasi, demokrasi, dan politik Islam di Indonesia.
Artikel jurnalnya yang berjudul "Political Islam: Present and Future Trajectory" dimuat di Asian Survey, sebuah jurnal yang diterbitkan oleh Universitas California. Sementara, artikel Indonesian Politics in 2007: The Presidency, Local Elections and The Future of Democracy diterbitkan oleh BIES, Australian National University. Sepulang ke Indonesia, Anies bekerja sebagai National Advisor bidang desentralisasi dan otonomi daerah di Kemitraan bagi Pembaruan Tata Pemerintahan, Jakarta (2006-2007). Selain itu pernah juga menjadi peneliti utama di Lembaga Survei Indonesia (2005-2007).
Anies Baswedan Menjadi Rektor Universitas Paramadina
Pada 15 Mei 2007, Anies Baswedan dilantik menjadi rektor Universitas Paramadina. Anies menjadi rektor menggantikan posisi yang dulu ditempati oleh cendekiawan dan
Menurut kamu siapa yang paling cocok memimpin jakarta ?
ketik pilihanmu di komentar
from ISLAM NEWS http://www.1slam-news.gq/2017/01/menurut-kamu-siapa-yang-pantas-jadi.html






0 Response to "MENURUT KAMU, SIAPA YANG PANTAS JADI PEMIMPIN DKI, KOMEN YA - Konsistensi Muslim"
Post a Comment
Silakan gunakan sebagai Backlink dan silahkan gunakan untuk mengisi komentar sesuka anda, karena blog ini dipastikan tidak akan saya urusin, jangan lupa download dan sebarkan pdf untuk stop isu isu yang ada, dan sebagai ganjaran silahkan posting di komentar, link aktif boleh.