Berikut Ini Adalah Kontent Dari UMATUNA Yang Mana Memojokan Pemerintahan - Apa yang anda baca dibawah hanya artikel spinner dengan judul provokatif mirip kasus buniyani, artikel sama dengan judul yang berbeda bisa menimbulkan sebuah Prahara.. Simak Baik Baik - kelucuan dari artikel artikel bertema islami tapi tidak justru mencerminkan sikap teror dan sikap munafik yang menjelekan islam secara luas. - sungguh mereupakan situs radikal hoax, yang harus dibasmi, ini merupakan konten baru - untuk konten konten lama - portal-piyungan yang sudah berubah nama menjadi portal-islam dan posmetro yang diketuai oleh adbul hamdi mustafa dari kota tempat teroris ditangkap kapan lalu payakumbuh, serta , beritaislam24h yang berubah nama menjadi opini bangsa, kini situs ini ditemukan berkat INDRISANTIKA KURNIASARI yang menghilang karena ketakutan - yang mana biasanya menyebarkan konten dari UMATUNA dan GEMARAKYAT. dan sudah dipastikan adalah situs situs besutan untuk memecah belah - SELAMAT MEMBACA
Umatuna.com, STOCKHOLM -- Hari Buruh Internasional diperingati buruh-buruh Swedia dengan memenuhi jalan beberapa kota. Termasuk, bagi mereka yang meminta hak perempuan Muslim untuk bekerja menggunakan jilbab.
Dilansir dari Aljazirah, Selasa (2/5), keputusan Pengadilan Uni Eropa atas larangan karyawan menggunakan simbol keagamaan saat bekerja turut jadi sorotan. Pasalnya, itu dianggap sebagai serangan langsung terhadap wanita yang mengenakan jilbab di tempat kerja.
Keputusan diambil setelah seorang wanita Belgia dan seorang wantia Prancis, mengajukan tuntutan hukum karena dipecat dari pekerjaannya karena mengenakan jilbab. Pengunjuk rasa di Stockholm, Malmo, Geothenburg, Vasteras, Sala dan Umea mengungkapkan aspirasi lewat slogan-slogan.
"Hancurkan rasisme, hijab saya bukanlah urusan Anda, pekerjaan adalah hak kami," teriak para pengunjuk rasa.
Salah satu pengunjuk rasa, Maimuna Abdullahi mengatakan, wanita Muslim di Gothenburg biasanya tidak berani untuk berdemonstrasi saat Hari Buruh atau May Day. Pengunjuk rasa lain, Gabrielle Guastad menilai, keberanian itu ada karena rasa tanggung jawab bersama atas hak setiap manusia.
Massa turut membawa spanduk-spanduk untuk mendukung buruh perempuan Muslim di Swedia, agar dapat mengenakan hijabnya saat bekerja. Pengunjuk rasa di Stockholm, Khaali Mohammed menerangkan, banyak pengunjuk rasa yang turun karena merasa hak setiap orang untuk dapat mengenakan apapun.
"Paling tidak yang dapat dilakukan pengunjuk rasa adalah mendidik orang-orang dan memecahkan kesunyian seputar hak pekerja wanita Muslim," kata Khaali.
Ia menegaskan, semua terhentak atas keputusan Pengadilan Uni Eropa tersebut, terutama bagi Swedia yang banyak dipuji atas hak asasi manusianya. Menurut Khaali, itu yang jadi alasan banyak orang yang mengaku ingin berpartisipasi, sesaat usai mereka memposting aksi mereka.
Salah satu koordinator aksi, Aftab Soltani mengungkapkan, cara yang dilakukan untuk menarik minat orang adalah dengan menggambarkan kuatnya wanita Muslim. Tujuannya, demi bisa membalikkan citra wanita Muslim yang selama ini dipandang cuma sebagai korban diskriminas.
"Ini adalah citra hijab yang kuat karena narasi perlawanan yang nyata tidak pernah diungkapkan," ujar Soltani.
Sesaat setelah pengguna media sosial menggunakan tagar #Muslimwomanban, ia mengaku banyak aktivis dan seniman di Eropa yang menghubunginya. Mereka, lanjut Soltani, hendak memberi dukungan dengan membawa poster-poster yang berbeda saat aksi May Day berlangsung. (republika)
http://www.umatuna.com/ noreply@blogger.com (Admin Umatuna) May 02, 2017 at 10:01AM




0 Response to "Buruh Muslimah Swedia: Hijabku Bukan Urusanmu - UMATUNA"
Post a Comment
Silakan gunakan sebagai Backlink dan silahkan gunakan untuk mengisi komentar sesuka anda, karena blog ini dipastikan tidak akan saya urusin, jangan lupa download dan sebarkan pdf untuk stop isu isu yang ada, dan sebagai ganjaran silahkan posting di komentar, link aktif boleh.