Berikut Ini Adalah Kontent Dari UMATUNA Yang Mana Memojokan Pemerintahan - Apa yang anda baca dibawah hanya artikel spinner dengan judul provokatif mirip kasus buniyani, artikel sama dengan judul yang berbeda bisa menimbulkan sebuah Prahara.. Simak Baik Baik - kelucuan dari artikel artikel bertema islami tapi tidak justru mencerminkan sikap teror dan sikap munafik yang menjelekan islam secara luas. - sungguh mereupakan situs radikal hoax, yang harus dibasmi, ini merupakan konten baru - untuk konten konten lama - portal-piyungan yang sudah berubah nama menjadi portal-islam dan posmetro yang diketuai oleh adbul hamdi mustafa dari kota tempat teroris ditangkap kapan lalu payakumbuh, serta , beritaislam24h yang berubah nama menjadi opini bangsa, kini situs ini ditemukan berkat INDRISANTIKA KURNIASARI yang menghilang karena ketakutan - yang mana biasanya menyebarkan konten dari UMATUNA dan GEMARAKYAT. dan sudah dipastikan adalah situs situs besutan untuk memecah belah - SELAMAT MEMBACA
Umatuna.com - Presidium Musyawarah Rakyat Indonesia (MRI) dan Presidium Alumni 212 menggelar acara silaturahmi, serta berbuka puasa bersama, Kamis (1/6).
Pertemuan ini melanjutkan pertemuan pada 14 Mei 2017, di Ciseeng, Bogor antara GNPF-MUI, Presidium Alumni 212, dan Presidium MRI. Dimana perlukan membangun kekuatan aliansi Islam, Nasionalis dan Kerakyatan.
Ketua Presidium MRI, Yudi Syamhudi Suyuti mengatakan, dalam pertemuan kemarin, selain bersilaturahmi, juga disepakati untuk dibentuknya sekretariat perjuangan bersama yang dipelopori oleh Presidium MRI, Presidium Alumni 212, dan GNPF-MUI.
"Namun membuka sebesar-sebesarnya untuk seluruh elemen dan kekuatan rakyat yang mau bergabung, baik dari lintas agama, lintas profesi dan seluruh gerakan perjuangan yang sejalan dan sepaham untuk berjuang mengembalikan kedaulatan di tangan rakyat," kata Yudi kepada wartawan.
Sekjen Presidium Alumni 212, Ustaz Asri Harahap menyatakan, dengan adanya sekretariat perjuangan bersama ini, kita sudah berjuang untuk Indonesia, dimana Islam ada didalamnya. Oleh karena itu, Sekjen Presidium Alumni 212 meminta Presidium MRI memimpin sekretariat perjuangan bersama dengan didampingi para ulama dan tokoh-tokoh nasional.
Tokoh Senior Presidium MRI, DR. Sri Bintang Pamungkas menyatakan menuju Sidang Istimewa harus dilakukan secara konstitusional, dan tidak akan menggunakan cara-cara non-konstitusional, yang justru membuat Indonesia dihukum dunia internasional.
Tujuan yang dicapai adalah mendorong Sidang Istimewa melalui Konstitusi dan Hukum yang berlaku saat ini. Dimana agenda Sidang Istimewa yang akan dicapai adalah, kembali ke UUD 45 asli, cabut mandat Jokowi, dan bentuk pemerintahan transisi.
"Dasar untuk menggelar Sidang Istimewa dengan kita menunggu hasil rekomendasi HAM. Setelah itu baru kita bawa ke DPR, MK, dan meminta MPR untuk menggelar Sidang Istimewa," kata dia.
Sebagaimana diketahui, Presidium MRI lahir setelah Tokoh Senior Dr. Sri Bintang Pamungkas ditahan Rezim Jokowi atas tuduhan Makar. Tujuan dibentuknya adalah agar perjuangan di luar tetap terus berjalan.
Kemudian Yudi Syamhudi Suyuti dipilih sebagai Ketua Presidium, Mona Panggabean sebagai Sekjen, dan Dr. Sri Bintang Pamungkas sebagai Tokoh Senior MRI. (rmoljakarta)
http://www.umatuna.com/ noreply@blogger.com (Admin Umatuna) June 02, 2017 at 08:03AM




0 Response to "Bismillah... Presidium MRI dan Alumni 212 Bentuk Sekretariat Perjuangan Bersama - UMATUNA"
Post a Comment
Silakan gunakan sebagai Backlink dan silahkan gunakan untuk mengisi komentar sesuka anda, karena blog ini dipastikan tidak akan saya urusin, jangan lupa download dan sebarkan pdf untuk stop isu isu yang ada, dan sebagai ganjaran silahkan posting di komentar, link aktif boleh.