Teknik pendukung calon pemimpin dengan keributan ditengarai bagian dari menarik simpatik agar rakyat awam menilai bahwa paslon tersebut dizolimi. Mereka pun seketika akan meramaikannya di media sosial.
“Mereka misalnya ingin mencoblos tetapi tidak menunjukkan Kartu Keluarga (KK) sebagai syaratnya. Mereka menolak lalu membuat diri seolah dizolimi. Mereka pun akhirnya memasukkannya ke media sosial,” kata politisi partai Gerindra, M. (Romo) Syafii, Kamis (2/3/2017), di gedung Juang, Jakarta.
Padahal tindakan mereka itu telah melambungkan suara. Ia mengatakan itu akibat lolosnya suara karena pemaksaan untuk mencoblos. “Yang lolos itu sudah ratusan dan puluhan ribuan suara,” sambungnya.
Selain itu, ia menegaskan bahwa ini bukan soal partai, melainkan soal pilihan agar umat Islam memilih calon yang sesuai dengan keyakinannya.
“Sehingga pilihannya hanya dua: kafir atau muslim. Jika tetap ingin pilih kafir, maka jangan pilih Ahok,” tutupnya.
The post Untuk DKI, Politisi Ini Sebut hanya Ada Dua Pilihan di Pilgub: Kafir atau Islam appeared first on Gema Rakyat.
0 Response to "Untuk DKI, Politisi Ini Sebut hanya Ada Dua Pilihan di Pilgub: Kafir atau Islam - GEMARAKYAT"
Post a Comment
Silakan gunakan sebagai Backlink dan silahkan gunakan untuk mengisi komentar sesuka anda, karena blog ini dipastikan tidak akan saya urusin, jangan lupa download dan sebarkan pdf untuk stop isu isu yang ada, dan sebagai ganjaran silahkan posting di komentar, link aktif boleh.