Berikut Ini Adalah Kontent Dari UMATUNA Yang Mana Memojokan Pemerintahan - Apa yang anda baca dibawah hanya artikel spinner dengan judul provokatif mirip kasus buniyani, artikel sama dengan judul yang berbeda bisa menimbulkan sebuah Prahara.. Simak Baik Baik - kelucuan dari artikel artikel bertema islami tapi tidak justru mencerminkan sikap teror dan sikap munafik yang menjelekan islam secara luas. - sungguh mereupakan situs radikal hoax, yang harus dibasmi, ini merupakan konten baru - untuk konten konten lama - portal-piyungan yang sudah berubah nama menjadi portal-islam dan posmetro yang diketuai oleh adbul hamdi mustafa dari kota tempat teroris ditangkap kapan lalu payakumbuh, serta , beritaislam24h yang berubah nama menjadi opini bangsa, kini situs ini ditemukan berkat INDRISANTIKA KURNIASARI yang menghilang karena ketakutan - yang mana biasanya menyebarkan konten dari UMATUNA dan GEMARAKYAT. dan sudah dipastikan adalah situs situs besutan untuk memecah belah - SELAMAT MEMBACA
Umatuna.com, Jakarta - Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengkritik keputusan pemerintah yang memblokir aplikasi percakapan instan Telegram. Fadli Zon menilai Telegram sudah menjadi kebutuhan primer masyarakat.
"Masyarakat kita sekarang sudah memahami bagaimana teknologi aplikasi, aplikasi digital ini penting. Sudah menjadi bagian dari kebutuhan primer. Mungkin ada yang gunakan Telegram untuk bisnis atau untuk kepentingan lain," ujar Fadli di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (15/7/2017).
Langkah pemerintah memblokir Telegram secara sepihak disebutnya bisa berdampak terhadap media sosial yang lain. Bila hal itu terjadi, Fadli mengatakan Indonesia sama saja dengan China, yang memblokir seluruh aplikasi yang bukan buatan negara sendiri.
"Nanti mungkin akan bisa Facebook, WhatsApp, Twitter, dan lain-lain nanti kita kayak di negeri China saja punya aplikasi sendiri," kata Waketum Gerindra itu.
"Kita ini kan bukan pemerintahan otoriter. Kita ini demokrasi nggak bisa main bubarkan, bredel, hapuskan begitu saja," ucapnya.
Menurut Fadli, sebaiknya pemerintah mempertimbangkan perlu adanya regulasi. Artinya, bila ada konten di sebuah aplikasi maupun perangkat berbasis internet lainnya yang berkaitan dengan terorisme, itu yang harus ditindak.
"Itu kan ada aplikasinya juga di Singapura. Begitu mereka bisa mengontrol pornografi, mengontrol narkoba atau yang lain, itu bisa mereka," tutur Fadli.
Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) memblokir aplikasi pesan instan Telegram. Kominfo menjelaskan pemblokiran ini harus dilakukan karena banyak sekali kanal yang ada di layanan tersebut bermuatan propaganda radikalisme, terorisme, paham kebencian, ajakan atau cara merakit bom, cara melakukan penyerangan, disturbing images, dan lain-lain yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia.
"Saat ini kami juga sedang menyiapkan proses penutupan aplikasi Telegram secara menyeluruh di Indonesia apabila Telegram tidak menyiapkan standard operating procedure (SOP) penanganan konten-konten yang melanggar hukum dalam aplikasi mereka," ucap Dirjen Aplikasi Informatika Semuel A. Pangerapan, Jumat (14/7).
"Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," tuturnya. Sumber: Detik
http://www.umatuna.com/ noreply@blogger.com (Admin Umatuna) July 16, 2017 at 11:06AM




0 Response to "Telegram Diblokir, Fadli Zon Samakan Indonesia Seperti China - UMATUNA"
Post a Comment
Silakan gunakan sebagai Backlink dan silahkan gunakan untuk mengisi komentar sesuka anda, karena blog ini dipastikan tidak akan saya urusin, jangan lupa download dan sebarkan pdf untuk stop isu isu yang ada, dan sebagai ganjaran silahkan posting di komentar, link aktif boleh.